
CILEUNGSI – Desa Cipenjo menunjukkan bahwa program ketahanan pangan tidak harus berhenti pada slogan. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera, pemerintah desa berhasil mengembangkan usaha budidaya ayam petelur yang kini menghasilkan puluhan kilogram telur setiap hari.
Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat terus dilakukan Pemerintah Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi. Salah satu langkah nyata yang kini mulai menunjukkan hasil adalah pengembangan budidaya ayam petelur melalui BUMDes Maju Sejahtera.
Program tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana desa dapat memanfaatkan potensi usaha produktif untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru.
Dari usaha yang dijalankan saat ini, produksi telur disebut telah berjalan cukup stabil. Bahkan hasil panen mampu mencapai sekitar 30 kilogram telur per hari.
Jumlah tersebut menjadi pencapaian yang cukup menjanjikan bagi usaha desa yang masih terus dikembangkan. Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, produksi telur juga berpotensi menjadi sumber pendapatan yang dapat mendukung operasional dan pengembangan usaha desa.
Kepala Desa Cipenjo, Yeni Lusiana, menilai program budidaya ayam petelur merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian desa. Menurutnya, sektor pangan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok terus meningkat.
Kepala Desa Cipenjo, Hj. Yeni Lusiana, S.Pd, mengatakan bahwa pengembangan budidaya ayam petelur melalui BUMDes Maju Sejahtera merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, desa tidak boleh hanya bergantung pada dana pembangunan semata, tetapi juga harus mampu mengembangkan unit usaha produktif yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Program ini bukan hanya soal menghasilkan telur, tetapi bagaimana desa mampu membangun kemandirian ekonomi dan menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Hj. Yeni menjelaskan, hasil budidaya ayam petelur yang kini mencapai sekitar 30 kilogram per hari menunjukkan bahwa sektor peternakan masih memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan di wilayah Cileungsi.
Ia berharap keberhasilan BUMDes Maju Sejahtera dapat menjadi motivasi bagi kelompok masyarakat maupun generasi muda desa untuk lebih berani mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Kami ingin Cipenjo tidak hanya dikenal sebagai desa yang berkembang, tetapi juga sebagai desa yang mampu mandiri dalam sektor pangan dan ekonomi masyarakat.
Bagi warga Cileungsi dan Bogor Timur, keberadaan usaha peternakan seperti ini memiliki manfaat ganda. Selain membantu menjaga ketersediaan bahan pangan, usaha tersebut juga dapat membuka peluang kerja dan mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Di tengah fluktuasi harga pangan yang sering terjadi, penguatan produksi lokal menjadi salah satu solusi yang mulai banyak dilirik berbagai daerah. Dengan memperpendek rantai distribusi, masyarakat berpotensi memperoleh akses pangan yang lebih mudah dan stabil.
Keberhasilan BUMDes Cipenjo juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Bogor Timur seperti Cipeucang, Mampir, Pasirangin, Limusnunggal, hingga wilayah Jonggol dan Sukamakmur yang memiliki potensi pengembangan sektor pertanian maupun peternakan.
Selain aspek ekonomi, program ini juga mendukung agenda ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian berbagai level pemerintahan. Ketika desa mampu menghasilkan produk pangan sendiri, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat berkurang.
Meski demikian, pengembangan usaha peternakan juga membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari ketersediaan pakan, pengelolaan kesehatan ternak, hingga perluasan pasar agar hasil produksi dapat terserap secara optimal.
Ke depan, Pemerintah Desa Cipenjo berharap usaha budidaya ayam petelur ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Jika dikelola secara konsisten, bukan tidak mungkin Cipenjo dapat menjadi salah satu sentra peternakan rakyat yang diperhitungkan di kawasan Bogor Timur.





