CILEUNGSI – Kemacetan tak biasa terjadi di ruas Jalan Raya Cileungsi tepat di depan kawasan Mekarsari, Selasa pagi (5/5). Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular panjang dan membuat laju lalu lintas nyaris tersendat total.
Pantauan di lokasi sejak pukul 06.15 WIB menunjukkan kepadatan kendaraan sudah menumpuk dari arah Metland menuju simpang Mekarsari. Sepeda motor terpaksa merayap di sela-sela mobil dan angkutan umum yang bergerak sangat lambat.
Menariknya, kemacetan pagi ini bukan disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas maupun kendaraan mogok, melainkan murni karena volume kendaraan yang menumpuk sejak jalur Metland dan terus berekor hingga depan Mekarsari.
Kondisi tersebut sontak dikeluhkan banyak pengguna jalan yang mengaku tidak seperti biasanya. Pasalnya, pada jam yang sama ruas ini memang padat, namun tidak sampai membuat antrean sepanjang itu.
Salah seorang warga sekaligus pengguna jalan, Casto Uripto, mengaku cukup terkejut dengan kepadatan pagi ini. Menurutnya, jalur depan Mekarsari terlihat jauh lebih semrawut dibanding hari-hari sebelumnya.
“Biasanya ramai, tapi masih bergerak. Ini dari Metland sudah tersendat dan sampai depan Mekarsari benar-benar merayap. Saya kira ada kecelakaan, ternyata tidak ada. Murni padat kendaraan,” ujar Casto Uripto, dosen Bisnis Digital POLBIS Bogor, kepada Warta Cileungsi.
Menurut Casto, kemacetan seperti ini sangat memengaruhi mobilitas warga yang berangkat kerja maupun mengantar anak sekolah. Waktu tempuh yang seharusnya bisa dilalui singkat menjadi berlipat.
Ia menilai kemacetan berulang di koridor Cileungsi-Metland-Mekarsari menunjukkan bahwa beban kendaraan pada jam sibuk semakin sulit ditampung oleh kapasitas jalan yang ada saat ini.
Selain tingginya arus kendaraan pribadi, kepadatan juga diperparah dengan aktivitas keluar masuk kendaraan dari kawasan permukiman, angkot yang berhenti menaikkan penumpang, hingga penyempitan di beberapa sisi badan jalan.
Sejumlah pengendara motor bahkan memilih mengambil sisi bahu jalan untuk mencari celah, namun kondisi tersebut justru membuat arus makin semrawut.
“Kalau sudah begini warga yang kerja ke arah Cibubur atau Jakarta pasti terdampak. Mundur sedikit saja antreannya langsung panjang,” tambahnya.
Warga berharap ada perhatian serius dari instansi perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas pada titik-titik simpul yang kerap menjadi pemicu penumpukan, khususnya dari Metland hingga Mekarsari.
Sebab jika dibiarkan, ruas yang menjadi salah satu nadi utama mobilitas Bogor Timur itu dikhawatirkan akan semakin sulit dikendalikan setiap pagi hari.















