
CILEUNGSI – Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya terlihat saat kegiatan keamanan dan kebencanaan. Di wilayah Cileungsi, Babinsa Koramil 0621-06 Cileungsi turut hadir dalam kegiatan keagamaan bersama warga melalui Majelis Tahajud, Salat Subuh, dan Zikir Berjamaah di desa binaan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan aparat teritorial dengan masyarakat. Selain memperkuat nilai spiritual, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi yang lebih erat dengan warga.
Di tengah pesatnya perkembangan wilayah Bogor Timur, keberadaan ruang kebersamaan seperti majelis keagamaan dinilai penting untuk menjaga kerukunan sosial dan memperkuat silaturahmi antarwarga.
Babinsa yang hadir dalam kegiatan tersebut berbaur dengan jamaah sejak dini hari. Suasana berlangsung khidmat dengan rangkaian salat tahajud, salat subuh berjamaah, hingga zikir bersama yang diikuti masyarakat setempat.
Kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan antara aparat dan warga. Komunikasi yang terjalin secara langsung diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.
Bagi masyarakat Cileungsi dan wilayah Bogor Timur lainnya, sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika perkembangan kawasan.
Selain itu, kegiatan yang melibatkan unsur masyarakat dan aparat juga dapat menjadi sarana menyerap aspirasi warga secara langsung. Berbagai persoalan lingkungan, keamanan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan dapat dibahas dalam suasana yang lebih cair dan penuh kekeluargaan.
Peran Babinsa sebagai aparat kewilayahan memang tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan. Kehadiran mereka dalam kegiatan sosial dan keagamaan menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Warga berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut karena mampu memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjaga semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Bogor Timur.

















